7 Makanan Khas Sumatera Barat

7 Makanan Khas Sumatera Barat

7 Makanan Khas Sumatera Barat

7 Makanan Khas Sumatera Barat
blog reverensi

Makanan Khas Sumatera Barat -Sumatera Barat ialah gudangnya makanan lezat tidak hanya Bandung. Makanan dari area ini populer dengan santan kental serta bumbu rempah yang membuat cita rasanya jadi lezat dan bikin ketagihan.

Apalagi baru-baru ini chef ternama Gordon Ramsay viral karena memasak rendang pada acara National Geographic Uncharted, yang tayang pada Senin (29/6/2020) lalu. Dalam program tersebut Ramsay didampingi pakar kuliner Indonesia, William Wongso.

Ciri khas makanan khas Sumatera Barat selain santan yakni rasanya yang pedas. Rasa pedasnya berasal dari sambal merah dan sambal hijau.

1. Rendang

Rendang
kompas.com

Rendang atau randang merupakan hidangan daging yang berasal dari Minangkabau. Persembahan ini terbuat lewat cara memasak yang lama dengan temperatur kecil memakai bermacam bumbu serta santan.

Proses pemasakan memakan waktu beberapa jam (biasanya sekitar empat jam), hingga yang tersisa hanyalah hitam, daging hitam dan dedak.

Pada suhu ruangan, rendang bisa bertahan selama beberapa minggu. Santan yang dimasak dalam waktu singkat tanpa mengering disebut kalio, dan warnanya coklat keemasan.

Di Indonesia sendiri banyak cara memasak rendang. Tergantung selera masing-masing daerah.

Mengutip dari Wikipedia, asal muasal rendang bisa ditelusuri kembali ke Sumatera, khususnya Minangkabau. Bagi masyarakat Minang, rendang sudah ada sejak lama dan telah menjadi sajian tradisional yang bisa digunakan dalam berbagai kegiatan adat dan hidangan sehari-hari.

Sebagai penganan tradisional, rendang dipercaya telah lahir sejak masyarakat Minang menggelar acara adat pertama mereka. Kemudian seni kuliner berkembang menjadi bidang budaya melayu lainnya; dari Mandailing, Riau, Jambi hingga negara lain di Negeri Sembilan banyak pendatang dari Minangkabau yang tinggal di negara tersebut. Inilah mengapa rendang dikenal luas di Sumatera dan Semenanjung Malaya.

Profesor Gusti Asnan, seorang sejarawan dan profesor di Universitas Andalus, menduga rendang sudah menjadi hidangan umum sejak awal abad ke-16, ketika orang Nangang mulai merantau dan berlayar ke Malaka untuk berdagang.

Hal ini dikarenakan rendang kering sangat awet dan tahan penyimpanan berbulan-bulan, sehingga cocok digunakan sebagai cadangan saat berpergian maupun perjalanan bisnis.

Dengan budaya migrasi Minangkabau, rendang menjadi semakin terkenal dan menyebar ke luar wilayah aslinya. Selain menjadi karyawan atau terlibat dalam kegiatan bisnis, banyak warga Amerika Selatan yang pergi ke luar negeri adalah pengusaha, berencana membuka restoran Padang di seluruh nusantara bahkan melebarkan sayap ke negara tetangga di Eropa dan Amerika.

Restoran inilah yang secara ekstensif memperkenalkan rendang dan hidangan Minangkabau lainnya. Reputasi rendang membuatnya mendapatkan gelar masakan, yang telah dipilih oleh CNN International sebagai salah satu dari 50 makanan terlezat di dunia (50 makanan terlezat) pada tahun 2011.

Selain kegiatan adat, rendang juga menjadi pilihan menu saat mengolah daging kubani dalam jumlah besar saat Idul Adha. Rendang juga menjadi makanan khas saat Idul Fitri. Rendang juga menjadi salah satu barang bantuan yang digunakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk memberikan bantuan pangan kepada korban di daerah lain.

Ini pertama kali dilakukan pada gempa bumi Pidie Jaya di Pieh Jaya pada tahun 2016 [16] dan juga pada gempa Lombok pada tahun 2018.

Baca Juga : 5 Makanan Khas Banyuwangi yang Wajib Dicoba

2. Sate Padang

Sate Padang
detikFood

Aroma unik dari kunyit dan serai memberikan kesan pertama yang menggoda. Irisan daging sapi dan kuah kental kekuningan menutupi lidah yang seakan langsung menggoda mereka untuk segera menyantapnya. Balok ketupat yang tersembunyi di balik siraman kuah sate dan wangi bawang goreng semakin menggugah selera. Inilah yang terjadi saat kita meletakkan santap sate padang di depan hidung kita.

Bahkan yang disebut Sate Padang termasuk hidangan sate khas dari tiga daerah, yakni Padang, Padang Panjang, dan Padang Pariaman. Ciri khas sate di ketiga daerah ini adalah penggunaan daging sapi dan lidah sapi sebagai bahan dasarnya. Selain daging dan lidah, organ dalam juga sering digunakan, seperti usus sapi, paru-paru, dan jantung. Ciri lainnya adalah bumbunya yaitu campuran bawang putih, bawang merah, cabai merah, jahe, kunyit, serai dan bumbu lainnya yang dimasak dengan kuah kaldu sapi, kemudian dikentalkan dengan tepung beras.

Nyatanya, sate Padang Pariaman dan Padang Panjang sedikit berbeda. Warna kuah Sate Padang Pariaman cenderung merah karena bahan utama sambal dalam bumbunya. Warna Sate Padang Panjang lebih kuning dari pada kunyit, dan bumbu yang mendominasi adalah kunyit. Sementara itu, sate Padang Kota berada di antara dua area, dan warna kuahnya cenderung kecoklatan.

Sate Padang juga merepresentasikan ciri umum masakan tradisional Minangkabau. Aroma bumbu yang kuat pada Sate Padang mencerminkan ketangkasan masyarakat Minan dalam mengolah bumbu. Meski pedas, rasa khas Sate Padang terbukti menembus batas geografis, sehingga masyarakat di daerah lain pun menyukainya. Tidak ada yang salah dengan Sate Padang dan masakan lezat khas Minangkabau lainnya, dan dianggap sebagai penghuni kasta tertinggi dalam gastronomi nusantara.

3. Gajeboh

Gajeboh
indonesia raya

Masakan khas Padang sudah terkenal di Indonesia. Nama-nama seperti rendang daging sapi, kari tugong dan danbusu kari adalah jenis masakan ini dan sangat populer di kalangan pecinta kuliner Tanah Air. Selain nama-nama tersebut, ada lagi kelezatan ala Minan yang tak kalah enaknya, yakni nasi kari kari.

Kari Gajeboh (juga disebut ket sapi) dibuat dengan daging sapi. Bagian daging sapi yang digunakan dalam kari ini merupakan bagian punuk sapi, dan hampir semua daging memiliki lemak yang kenyal. Sedikit orang yang mengatakan bahwa gajeboh adalah makanan paling enak di Padang dan menjadi musuh banyak orang karena berisiko menaikkan kolesterol.

Ada yang unik dari makanan yang terkenal enak ini yakni penggolongan 3 tingkatan yang diberikan oleh para penggemar berat gulai gajeboh. Pertama, cukup gurih, yakni jika daging gajebo lebih banyak dari gajih (lemak daging). Kedua, gurih, yakni jika gajih lebih banyak dari daging. Terakhir, enak sekali, ialah bila seluruhnya terdiri dari gajih.

Untuk para pecinta kuliner yang mempunyai kemampuan kolesterol hendaknya tidak komsumsi gulai gajeboh sangat banyak. Kuliner ini dapat langsung mempunyai dampaksemacam tengkuk terasa berat sehabis kita mencicipi hidangan yang sedemikian itu menggoda siapa saja buat menikmatinya ini.

Buat bisa menikmati gulai gajeboh bukanlah susah, di Padang banyak rumah makan yang menawarkan gulai gajeboh semacam di Rumah Makan Lamun Ombak

 

yang memiliki banyak cabang di sana. Sementara di Jakarta sendiri, gulai ini bisa Anda dapatkan di Rumah Makan Sepakat yang berada di Kawasan Blok M, Jakarta Selatan atau bisa juga di Rumah Makan Sabana Gajebo di Kawasan Pramuka, Jakarta Timur.

Baca Juga : 6 Makanan Khas Wonogiri ini yang Wajib Kamu Coba

4. Gulai Paku

10 Kue dan Jajanan Pasar Unik Khas Sumatera
craftlog

Pakis atau pakis ini merupakan jenis tumbuhan vaskuler (tumbuhan trakea) yang dapat berkembang biak melalui spora. Biasanya tumbuhan liar ini hidup di daerah tropis yang lembab.

Bentuk pakis ini juga berbeda. Ada yang mengapung di air, ada yang mengapung berupa pepohonan, ada yang merangkak di sepanjang tanah, dan sebagainya. Ciri khas pakis ini adalah batangnya melengkung di bagian ujung dan daunnya berukuran kecil.

Selain memiliki jenis yang bermacam-macam, namanya juga berbeda-beda. Contohnya termasuk paku yang mengarah ke langit, paku ekor kuda, dan paku besi. Lantas pertanyaannya, jenis bracken apa yang bisa digunakan untuk membuat kari kuku ini?

Karenanya, kari paku berarti kari yang dibuat dengan paku (paku) dan rempah-rempah berupa laos (lengkuas), cabai hijau, asam jawa, kunyit dan santan.

Gulai Paku adalah makanan populer di Sumatera Barat dan pesisir. Kari ini biasanya disantap dengan ketupat. Oleh karena itu, Ketupat Gulai Paku bisa dibilang merupakan makanan khas daerah Pariaman.

Selain daun pakis atau paku, batang sering dimanfaatkan. Biasanya yang digunakan adalah batang yang empuk atau daun muda. Biasanya dimakan dengan ketupat atau minang, dan orang sering menyebutnya ketupek.

Jadi, jika suatu saat Anda berkunjung ke daerah Sumatera dan menemukan menu makanan Ketupek Kulai Paku, artinya kari paku dipadukan dengan ketupat, jangan heran.

5. Dendeng Balado

Dendeng Balado
cookpad.com

Terlepas dari popularitasnya, banyak orang yang tidak mengetahui perbedaan antara “Dendeng Balado” dan “Dendeng Batokok”. Keduanya diolah dan dilapisi dengan saus sambal yang berbeda.

Ada banyak produk daging sapi yang enak di Amerika Selatan. Misalnya rendang dan dendeng. Sama seperti rendang, dendeng juga punya banyak penggemar.

Irisan tipis daging sapi yang direbus dengan bumbu lalu digoreng hingga kering, ternyata tak hanya enak disantap dengan kuah balado. Namun, juga dipadukan dengan paprika hijau (disebut juga Lado Mudo) yang sangat nikmat.

Jenis makanan dendeng yang ada di masyarakat ada dua, yaitu ‘Dendeng Balado’ dan ‘Dendeng Batokok’. Meski sudah tidak asing lagi, apa sih perbedaan kedua jenis dendeng ini?

Dendeng balado, berupa irisan daging sapi yang dikeringkan tipis, lebar. Lalu celupkan sambal merah. Selama proses produksinya, daging direbus terlebih dahulu, kemudian dikeringkan dan digoreng hingga menjadi renyah.

Sedangkan sambal baladonya merupakan campuran cabai merah, bawang merah, garam dan digoreng, serta memiliki aroma berminyak berwarna merah muda. Dendeng ini mudah ditemukan di banyak restoran di Patong.

Bagaimana dengan “Denden Batok”? Tokok dalam bahasa Minang berarti “pukul”. Oleh karena itu, batokok dendeng berisi daging sapi yang telah direbus dengan bumbu lalu dikocok menjadi daging. Orang Hokkien sering mengalahkan dendeng dengan penggiling batu.

Melalui proses perataan daging, bumbu akan lebih meresap ke dalam daging. Tak heran jika Dendeng Batokok memiliki rasa yang kuat. Dendeng batokok sendiri bisa diolah dengan cara direbus, dibakar atau digoreng, namun tidak bisa diolah sampai renyah.

Untuk dendeng batokok bakar, rebus terlebih dahulu daging yang sudah dipotong dan ratakan. Kemudian, daging dibumbui dengan bumbu dan disangrai dengan arang kelapa hingga matang.

Tak heran jika dendeng batokok sangrai memiliki aroma yang lebih harum. Jika ada restoran, ini adalah dendeng yang paling laris.

Dibandingkan dengan Dendeng Balado, Dendeng Batokok lebih sering dibalut dengan sambal hijau atau haluskan lado. Sambal lado mudo adalah sambal terasi yang terbuat dari cabai hijau, tomat hijau, bawang merah dan garam yang digiling kasar. Meski begitu, sebagian orang menyukai Dendeng Batokok yang dibalut dengan kuah balado biasa.

6. Ayam Pop

Roti Canai
wikipedia

Ayam populer semakin menunjukkan popularitasnya sebagai makanan khas. Baik penduduk lokal maupun orang asing sangat menyukainya. Apalagi, selama berkunjung ke Bukit Tinggi, Anda tidak bisa begitu saja melepaskan kenikmatan memasak ini. Sangat cocok untuk makan saat Anda ingin belajar atau ada pelajaran bahasa Inggris di sore hari.

Rasa yang diberikan oleh masakan khas ini lebih nikmat. Banyak penikmat yang menguraikan rasa makanan ini. Kebanyakan orang mengatakan bahwa masakan masakan rasanya asin, kemudian mereka menemukan rasa asam di Bukit Tinggi.

Enak memang menjadi daya tarik peminatnya. Yang belum mencobanya pasti penasaran. Tak hanya penasaran dengan rasanya, tapi juga penasaran dengan nama masakannya.

Sejarahnya dimulai di Bukit Tinggi. Tepatnya, di sebuah restoran dekat Fort De Kock. Ini adalah benteng tradisional Hindia Belanda. Restoran tersebut didirikan pada tahun 1963.

Restoran sederhana ini menawarkan berbagai menu. Salah satunya adalah ayam goreng yang cara pengolahannya berbeda dari biasanya. Ayamnya direbus dengan santan lalu digoreng meski sampai garing.

Jadi kenapa disebut ayam pop? Mengenai nama resto ini, karena resto tersebut sering memutar musik / lagu populer. Ini adalah jenis musik paling populer saat itu.
Untuk memudahkan pelanggan dalam mengingat jenis makanan tersebut, maka disebut masakan ayam populer. Ini mengacu pada menu lezat yang dinikmati di warung makan di depan Fort Cork.

Sampai sekarang pun, nama kelezatan ini masih ada. Ini menunjukkan keunikan menu. Nyatanya, banyak pelanggan yang tertarik mencoba. Setidaknya untuk menghilangkan rasa penasaran tentang kenikmatan memasak tersebut.

Sekalipun hanya sekedar mencoba pada awalnya, kebanyakan orang yang pernah mencicipinya melewatkannya. Selera yang bagus adalah alasannya. Tak heran jika para peminat selalu menyukai kelezatan tersebut saat berada di Bukittinggi.

Dari tampilan masakannya sebenarnya hampir mirip dengan masakan lezat lainnya yang berbahan baku ayam. Tangani hanya perbedaannya. Ada inovasi lain yang bikin ayam ini makin enak.

Gunakan santan untuk mengolah masakan khas Bukit Tinggi ini. Kalau pakai Java sendiri biasa disebut Ayam Ungkep. Daging ayam diolah dengan santan agar lebih enak dan empuk.

Di Bukittinggi, ayam tidak langsung dimakan setelah dibumbui. Ada tahapan lain yang membuat cara memasak ini berbeda dengan tahapan lainnya. Ayam yang diolah dengan santan akan digoreng nanti.

Angkat ayam setelah direbus dengan santan. Tiriskan ayam terlebih dahulu. Kemudian, goreng ayam dengan minyak panas. Tapi waktu untuk ayam goreng tidak lama.

Hanya perlu beberapa menit. Tujuannya agar daging goreng tidak berwarna gelap. Ayamnya sudah mengering, namun tampilannya masih sangat menarik, sehingga sangat menggugah selera saat disajikan di restoran.

Soal cara makannya biasanya disajikan dengan sambal. Paprika oranye mendominasi. Kemudian tambahkan tomat dan bawang bombay ke dalam sambal agar cita rasa masakan ini semakin nikmat.

7. Gulai Itiak

Gulai Itiak
kompasiana

Berwisata sambil mencicipi makanan khas setempat merupakan pengalaman yang menarik. Nah, bila Kamu berkunjung ke Padang cobalah sesekali mampir di warung makan Gulai Itiak Lado Mudo yang terletak di Ngarai Sianok, Bukit Tinggi.

Menurut narasumber ibu Ita yang juga pemilik dari generasi kedua ibunya disitu tidak hanya disediakan Gulai Itiak Lado Mudo saja tetapi juga sejumlah menu lainnya.

Harga makanan yang ada dari Gulai Itiak Rp. 100. 000/ekor, serta jika Rp. 22. 000 atau potong. Setelah itu harga Ayam Kamung Rp. 75. 000/ekor, serta jika Rp. 20.000/potong. Ada lagi Cincang 1 porsi Rp. 20.000,- dan Telur kari (dalam kuah yang sama sepertio Cincang) Rp. 4.000/butir. Dendeng batoko Rp. 12.000/potong.

Tempat makan ini buka setiap hari dari pukul 06.00-18.00 wib dan juga menerima pesenan ke luar Bukit Tinggi termasuk Jakarta.

Gulai Itiak Lado Mudo, andalan restoran ini adalah gulai daging bebek dengan cacahan cabai hijau. Makanan ini merupakan perubahan dari makanan khas kota Gadang, Kabupaten Agam. Perubahan yang dicoba merupakan menaikkan tingkatan rasa pedas serta tidak memakai santan. Tiap ekor bebek dimasak dengan setengan cabai hijau  kering.

Bebek yang digunakan buat makanan ini merupakan bebek muda yang dagingnya masih empuk. Umumnya umurnya sekitar 6 bulan. Metode Pengolahannya, bebek dipotong, direndam air panas, setelah itu bulunya dicabuti. Isi perutnya pula dikeluarkan. Buat menghilangkan sisa bulu, bebek itu dibakar. Bebek yang telah bersih dipotong-potong.

Untuk Bumbunya terdiri dari bawang merah, bawang putih, kunyit, lengkuas dan cabai hijau. Daging bebek kemudian dimasak bersama bumbu dan cabai. Lama memasak 1 hari 1 malam agar pedas cabai meresap sampai dalam serat daging, dan daging empuk serta tidak amis lagi.